Semalam hujan deras turun di bumi sriwijaya di tempat tinggal ku, tempat aku merantau, tempat aku menimba ilmu,,,
Let me laugh, Let me sad, Let me cry, Cause there is no guarantee that this life is easy.
untuk mu yang kucinta
Jika Mencintaimu adalah Takdir ku. Maka izinkan aku tuk mencintaimu, selalu. #dearYou
Mengenai Saya
- Winda Sukma
- Aku adalah Winda. Seorang mahasiswi Akuntansi di Universitas Sriwijaya. Kelahiran tahun 1991 dan sekarang single setelah menjalin hubungan hampir 4 tahun. yah ini hidup ku. meyakini bahwa 'jodoh gak kemana, jodoh itu di tangan tuhan' tapi bukan berarti menyerahkan semua nya begitu saja, tuhan ma kita usaha. #DIA, kamu atau enatah siapa, eh kok malah ngelantur ke jodoh?? doakan aku tahun depan wisuda ya, semester depan rencana nya mau mulai serius nyusun, mudahmudahan gak ada halangan mulai dari proposal sampe ke lainnya... Amiiinnn... Enough?? lets i tell in some i write then..
Tampilkan postingan dengan label Dear You. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dear You. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012
Someone who lives in your heart
Udah pernah dengar lagu nya All-4-One "Someone who lives in your heart"?
Aku udah. Baru aja. Barusan abis DL, enak loh music nya, lirik nya juga bagus.
Aku suka part yang ini
... Nothing in this world can keep us apart
Cause no one can take away someone who lives in your heart ...
Aku udah. Baru aja. Barusan abis DL, enak loh music nya, lirik nya juga bagus.
Aku suka part yang ini
... Nothing in this world can keep us apart
Cause no one can take away someone who lives in your heart ...
Aku percaya pada suatu cinta,
Segimana pun kita berusaha untuk menidakkan perasaan ini, hati yang mencintai gak bisa bohong, kalo dia cinta kita. Dan apa pun yang terjadi di luar sana, gak ada yang bisa menghalangi perasaan ini, perasaan yang murni, tulus untuk mencintai.
I Love You,,,
Minggu, 05 Februari 2012
Mengenangmu
Dari manakah datangnya luka dan air mata? Aku tak tahu.
Tapi
dari hidup aku belajar merasakannya.
Dan lama-lama aku pun terbiasa
menikmatinya.
Dari sanalah aku tahu bahwa luka yang paling pedih adalah
ketika kita tahu apa yang kita mau, tapi tak dapat meraihnya.
Tahukah kamu, justru kamulah luka itu bagiku?
Aku tahu aku
menginginkanmu. Sangat.
Tapi bertahun-tahun kemudian, terbukti bahwa sungguh
sulit untuk meraihmu.
Mendapatkan dirimu.
Kamu bayang-bayang yang selalu
terbang setiap kali tanganku tinggal sejengkal lagi menggapainya.
Kamu dekat;
tapi tak tersentuh.
Mungkin kamu tak pernah sadar betapa tersiksanya
malam-malamku menahan keinginan untuk tak menelponmu. Mengirim pesan pendek.
Dan
bagaimana aku susah-payah menepis pesonamu yang tiap hari kian menjeratku.
Kamu mungkin bahkan tak pernah paham, bagaimana hatiku
berdarah meski airmata tak keluar setiap kali mengingatmu.
Mengenangmu. Dengan mata
setengah terpejam.
Entah kenapa selalu ada ruang, jarak yang membuat kita sulit
untuk bertaut.
(Novel 28Hari)
Jumat, 03 Februari 2012
Merindukanmu,,,
Rindu adalah perjalanan tertunda, terentang sebagai kesatuan harapan dan keterpisahan. Di matamu, ingin ku berhenti. Seketika? Bukan.
Rindu bermula dari serpih getar untuk berharap: kita bertemu di satu titik penyatuan. Semua tertulis jelas di air mukaku; rindu ini mengurai segala tentangmu. Kapan pun, di mana pun, kamu memenuhi detikku.
Kamu adalah baris pertama dari setiap alinea yang di dalamnya selalu menyebut kata ‘rindu’.
Seperti jarak membuat rindu semakin berarti.
Hari ini t’lah ku kirimkan setumpuk rindu. Lewat angin, ku kirimkan semuanya, hanya untukmu. Nantikanlah. Paket itu akan menunggu di depan pintu hatimu.
Rindu itu sunyi. Cuma kamu yang bisa meramaikannya.
Rindu itu api. Cuma kamu yang mampu memadamkannya.
Rindu itu semena-mena. Begitu terantuk di matamu, tak mau lari ke mana-mana.
Ditengah keramaian, aku merasa sepi.
Tapi aku kedinginan; senyummu senantiasa menyala dalam diriku. Menghangatkanku dengan rindu.
Menjadikanmu selalu ada dan tetap dekat-meskipun hanya jauhmu yang kurengkuh.
Setelah lelah menghasut payah hari ini, apalagi yang kubutuhkan selain tempat untuk menyandarkan diri, sejenak saja. Kepada bahumukah itu? Iya, yakinku.
Dalam rentang jarak, hanya hati kita yang masih bisa saling menyapa, saling mendoakan, “Aku selalu merindukanmu, sayangku,” bisik hatiku lirih padamu, “semoga kamu pun begitu.”
Jauhmu menghasut kata untuk bercerita tentangmu. Tapi mengapa justru bisu yang menutup mulutku. Kelu hingga tak mampu aku menyapamu.
Jarak terkadang lebih indah karena ada jeda dan memberi ruang yang luas bagi hadir sang cinta nanti.
Membayangkannya saja membuat hadir jadi lebih terasa.
Saat ini, biarlah cukup begini. Sampai nanti bertemu lagi.
Untuk apa membenci rasa yang membuncah. Tak peduli merindu atau sebaliknya, telan dan nikmati saja.
RINDU
Bagaimana caranya untuk ku ungkapkan rindu yang menyesak di dada ini kepada seseorang yang sejatinya tak kan ada lagi kesempatan padaku untuk bertemu.
Bagaimana caranya untuk ku ungkapkan rindu kepada seseorang yang nyatanya dapat ku temui namun kesempatan berkata lain.
Bagaimana caranya untuk ku ungkapkan rindu kepada seseorang yang nyatanya dapat ku temui dan aku punya kesempatan namun aku membatasi adanya pertemuan.
Bagaimana bisa aku menahan semua rindu yang ada itu. Aku ingin bertemu, memeluk atau setidaknya melihat senyumnya.
Senin, 17 Oktober 2011
Aku Perindu
Pertengahan oktober ini, hampir tiada hari hujan tak menyapa.
Setiap hari selalu hujan, meski hanya untuk beberapa saat.
Menyapa sekejap kemudian berlalu.
Setelah kemarau panjang mendera, biarkan hujan ini turun, selalu turun.
Sederas cintaku kepada mu.
Izinkan aku membahagiakan mu, melalui tetes tetes hujan yang tercipta atas doa yang terhaturkan.
Begitupun aku selalu ingin melihat purnama di malam hari bersamamu.
Meski dalam ruang berbeda.
Biarkan siang di basahi oleh hujan, dan malam di selimuti oleh purnama.
Dan biarkan sesekali awan putih menemani langkah kita.
Membentuk senyum senyum yang tergores di pipi manis ini. Membalas semua kerinduan yang tersimpan.
Terseka di dalam hati.
Setiap hari selalu hujan, meski hanya untuk beberapa saat.
Menyapa sekejap kemudian berlalu.
Setelah kemarau panjang mendera, biarkan hujan ini turun, selalu turun.
Sederas cintaku kepada mu.
Izinkan aku membahagiakan mu, melalui tetes tetes hujan yang tercipta atas doa yang terhaturkan.
Begitupun aku selalu ingin melihat purnama di malam hari bersamamu.
Meski dalam ruang berbeda.
Biarkan siang di basahi oleh hujan, dan malam di selimuti oleh purnama.
Dan biarkan sesekali awan putih menemani langkah kita.
Membentuk senyum senyum yang tergores di pipi manis ini. Membalas semua kerinduan yang tersimpan.
Terseka di dalam hati.
Kamis, 18 Agustus 2011
From: #Dia
Di pagi hari, 17 agustus 2011. Sebuah puisi penuh makna. Memerdekakan hati.
Beginilah Aku Bila aku mencintaimu, apa aku harus mengatakannya berkali-kali? Bila aku menyayangimu, apa aku harus mengatakannya pada semua orang? Aku tak perlu begitu, aku tak suka dan aku tak biasa. Beginilah aku Dengan segala yang ada padaku Dengan semua keterbatasanku Aku mencintaimu dalam, dari hatiku. Bagiku tak perlu mereka tahu rasa ini. Beginilah aku Aku ingin menikmati sendiri perasaanku Aku tak ingin membaginya Sampai satu waktu kau dan aku menyatu. Dalam ikatan cinta yang sesungguhnya. Beginilah aku Yang tak bisa membuatmu bahagia Dengan setangkai mawar, sekotak coklat. Bahkan sebentuk rantai mutiara berkalung dilehermu. Aku bisa mengajakmu pergi Membelaimu dengan sayang, mengecupmu penuh cinta. Aku akan menghabiskan sepanjang hari bersamamu Dalam remang cahaya lilin Diiringi alunan musik kesayanganmu. Tapi aku tak perlu memeberitahu mereka Apa yang kulakukan padamu. Beginilah aku. Ini cintaku untukmu. Ku hanya ingin kau tahu, dan meresapi maknannya. Bagiku ini rahasiaku, jika kau masih sabar Tunggulah aku Dan Sembunyikan cintaku.
From : #Dia
17 August 2011
07.05 am
Langganan:
Komentar (Atom)